Berita Terbaru:

About

Latest Post

Pengertian System Operasi

2014-05-29 | 0 komentar

Pengertian Sistem Operasi


pengertian sistem operasiPengertian Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
       Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.

 Contoh Sistem Operasi Komputer

Contoh-contoh dari Sistem operasi Komputer misalnya adalah Windows, Linux, MacOS, dan lain lain. Di bawah ini merupakan tampilan antarmuka sistem operasi Windows 7, Linux (ubuntu), dan Mac OS X
tampilan antar muka windows 7
Pengertian Sistem Operasi Komputer
tampilan antar muka linux Ubuntu
tampilan antar muka sistem operasi ubuntu

Tampilan antar muka sistem operasi Mac OS X
tampilan antar muka sistem operasi mac os x
Itulah penjelasan mengenai pengertian sistem operasi komputer, semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan.
Continue Reading

4 Cara Mengetahui Kesetiaan Pacar (Dengan Menguji Pacar Kamu)

2014-03-15 | 0 komentar

Pernahkah kamu memikirkan apakah pacar kamu benar-benar 100% setia kepada kamu ?Lalu bagaimana caranya supaya kamu tahu,apakah pacar kamu setia atau tidak ke kamu ?Nah ini ada 4 cara supaya kamu tahu pacar kamu setia atau tidak ke kamu,dengan cara menguji pacar kamu.

Berikut ini 4 cara mengujinya:

1. Menguji dengan pacaran jarak jauh(Long Distance).Tetapi ini dilakukan secara sengaja untuk mengetahui seberapa setia pacar kamu.Dengan cara ini jadi bisa dijadikan indikator seberapa setia pacar kamu.Kalau dalam
menjalani pacaran jarak jauh,dia ko sudah berani berbuat yang macam-macam.Hmmmm...kayaknya pacar kamu itu bukan tipe pacar yang setia kepada kamu deh sob…cry

2. Uji si Dia dengan sebuah komitmen.Buatlah sebuah komitmen antara kalian berdua dan ajaklah pacar kamu untuk berkomitmen,dengan membuat sebuah komitmen yang jelas dan lebih serius.Dan lihatlah bagaimana respon pacar kamu.Biasanya nih,seseorang (terutama cowok) yang dalam berpacaran hanya untuk mencari kesenangan semata akan langsung cabut dan lari terbirit-birit begitu mendengar kata ''serius''dan ''komitmen''.Beda halnya dengan cowok yang memang benar-benar serius.Pasti dia akan menjawab dengan jawaban''Ok'',kalau pun tidak,biasanya mereka punya sebuah alasan yang kuat dan logis.

3. Memutuskan berkomunikasi dengan si Dia.Cobalah untuk sementara waktu kamu putuskan berkomunikasi dengan si Dia.Kamu tidak menelepon/sms'an dengan si Dia,kalo perlu no.hp kamu ga usah diaktifin.Coba lihat reaksinya,kalau dia memang benar-benar cinta sama kamu tentunya dia akan mencari tahu kenapa dan ada apa.Tapi kalo reaksinya dia ko tenang-tenang aja,brarti dia ga bener-bener mencintai kamu sob,dan mau ga mau harus nerima kenyataan ini cry.

4. Menguji dengan Sms atu Menelepon.Maksudnya gini sob,kamu sms/telepon ke pacar kamu,tapi kamu berpura-pura sebagai orang lain yang belum kenal dengan pacar kamu,dan kamu mengajak berkenalan dan bertanya ke Dia(Pacar Kamu)apakah sudah punya pacar pa belum.Bila jawabannya belum,ga pake lama sob kamu langsung beli obat nyamuk cair,dan langsung aja kamu semprotin ke kamar kamu mrgreen .
Ga nyambung banget sih mrgreen .

Continue Reading

Wanita Berbulu ???

| 0 komentar

Wanita dengan bulu berlebihan di tubuh acapkali dikaitkan dengan libido tinggi. Padahal tak selalu demikian. Yang pertama harus diketahui dari wanita yang memiliki banyak bulu di tubuhnya adalah: apakah itu terjadi sejak lahir atau saat menginjak usia dewasa?

“Kalau sejak lahir bulunya sudah banyak berarti sifatnya genetik, memang ada keturunan seperti itu. Tapi kalau baru muncul setelah dewasa kemudian disertai dengan obesitas, ada kemungkinan karena dia tidak bisa membentuk hormon kewanitaannya secara sempurna,” kata dr Noroyono Wibowo SpOG (K) yang juga Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Jika itu terjadi maka dampaknya cukup banyak, seperti misalnya gangguan menstruasi. Dan biasanya gangguan menstruasi ini menyebabkan wanita tersebut kesulitan memiliki keturunan.

Namun, wanita dengan bulu berlebih tak perlu khawatir, sebab masalah tersebut masih bisa diterapi. “Untuk pengobatannya jelas ada, tapi tentu saja butuh pemeriksaan dulu. Apakah karena ada resistensi insulin atau sebab lain,” kata dokter yang akrab dipanggil dr Bowo.

Biasanya, wanita memilih menempuh waxing untuk mengatasi bulu-bulu berlebih di tubuhnya. Teknik tersebut, lanjut dr Bowo, tidak berbahaya tapi sifatnya kamuflase saja. Sebab, biarpun di-wax, rambut akan tumbuh dan tumbuh lagi.

Langkah terbaik adalah dicari dulu sebabnya. Apakah hirsutism ini tergolong penyakit atau bukan?

“Ada tidaknya penyakit tidak hanya terlihat dari pertumbuhan rambut saja, tapi apakah dibarengi tanda lain? Misalnya apakah dibarengi jerawatan, muncul bercak kecokelatan pada kulit?” ujarnya.

Yang pasti, jika seorang wanita memiliki bulu berlebihan cenderung seperti laki-laki, sebaiknya berkonsultasi ke dokter. “Bisa saja ke dokter Obgyn. Nanti akan dilakukan pemeriksaan ultrasonografi maupun pemeriksaan darah,” katanya.

Lamanya waktu pengobatan sangat tergantung penyebabnya. Namun terapi tersebut paling tidak butuh 6 bulan- 1 tahun.

“Jadi tergantung hasil pemeriksaan. Hirsutism itu patologis atau tidak? Tumbuhnya di sebelah mana? Lalu membentuk pattern kayak gimana?” tambahnya.

Sebagai gambaran, normalnya bulu kemaluan wanita harus membentuk seperti celana dalam. Namun kalau bulu kemaluannya membentuk seperti celana dalam terbalik dan dadanya juga berbulu, termasuk dalam pattern laki-laki.

“Kalau hanya sekedar bulunya lebat tapi pattern-nya masih perempuan, ya nggak apa-apa. Jadi kalau misalnya ada wanita dengan bulu ketiak lebat tapi dadanya tak berbulu, ya nggak apa-apa. Memang sudah bawaannya seperti itu,” jelasnya.

Yang menjadi masalah, lanjutnya, bila bulu ketiaknya lebat, memiliki bulu dada, dan pattern bulu kemaluan seperti celana dalam terbalik laiknya laki-laki.

Lalu benarkah wanita dengan bulu berlebih cenderung memiliki libido tinggi? Menurutnya, pertumbuhan bulu berlebih (cenderung kelaki-lakian) tidak serta merta meningkatkan libido.

“Libido itu tergantung persepsi. Kalau dari kecil tidak diajari atau tidak diinklus dengan seks, pengetahuan tentangnya seksnya nggak akan timbul,”tandasnya.(*)

Ciri ciri wanita yang nafsu sex nya tinggi, wanita seksnya tinggi. mempunyai nafsu seks besar:
Wanita yang memiliki libido sex tinggi, ternyata bisa dikenali ciri-cirinya. Ingin tahu seperti apa? Simak saja beberapa ciri berikut di bawah ini.

Namun, tentunya ciri-ciri ini tidak mutlak. Boleh percaya boleh tidak. Silahkan Anda menilainya sendiri.
1. Biasanya wanita yang memiliki bulu-bulu halus di tangannya, libido sexnya tinggi.
2. Memiliki kumis tipis atau bulu halus di pinggir bibirnya.
3. Perhatikan lehernya, biasanya terdapat bulu rambut yang menjalar tipis di lehernya
4. Punggungnya seperti agak membungkuk atau disebut bongkok udang.
5. Pantat tidak begitu montok, bahkan boleh dikatakan agak tipis.
6. Memiliki payudara yang enak dilihat atau kencang.
7. Menyukai rambut yang panjang. Rata-rata panjang rambutnya sepunggung.
Continue Reading

KONSEP DASAR STATISTIK

2014-03-12 | 0 komentar

Pengertian Statistik

1.      Secara Etimologis
Kata statistic berasal dari kata statas yang berasal dari bahasa latin yang mempunyai persamaan arti dengan kata stats yang berasal dari bahasa Inggris atau kata staat dari bahasa Belanda. Pada mulanya kata “statistic” diartika sebagai kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data penting dan kegunaannya yang besar bagi suatu Negara). Namun, pada perkembangan selajutnya hanya dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka saja. Dalam kamus bahasa Inggris terdapat kata statistics artinya “ilmu statistik”, sedangkan kata statistik diartikan sebagai ukuran yang diperoleh atau yang berasal dari sampel.

2.      Dari segi tertimologi
a.       Statistik kadang diberi pengertian sebagai “data statistik” yaitu kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atu bilangan dengan istilah lain, statistik adalah deretan atau kumpulan angka yang menunjukkan keterangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu.
Misalnya : statistik penduduk, statistik pertanian dan statistik pendidikan.
Dengan demikian istilah statistik dengan pengertia sebagai data kuantitatif adalah data angka yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan peristiwa atau gejala tertentu.
b.      Istilah statistik juga sering diartikan sebagai kegiatan statistik atau penstatikan.
c.       Istilah statistik kadang-kadang juga dimaksudkan atau dikandung pengertian sebagai metode statistik yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun atau mengatur, menyajikan, menganalisis dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka sedemikian rupa sehingga kumpulan bahan keterangan yang berupa angka itu “dapat berbicara” atau dapat memberikan pengertian dan makna tertentu.
d.      Istilah statistik, dewasa ini juga dapat diberi pengetian sebagai ilmu statistik. Ilmu statistik adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada dalam kegiatan statistik.

3.      Penggolongan Statistik
a.      Statistik deskriptif
Adalah statistik yang tikat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpu, menyusun atau mengatur, mengolah, menyajikan dan menganalisis data angka agar dapat memberikan gambaran yang teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala atau peristiwa tertentu.

b.      Statistik Inferensial
Adalah statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan  sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah.

4.      Fungsi dan Kegunaan Statistik
a.      Fungsi Statistik
Fungsi statistik adalah sebagai alat bantu untuk mengolah, menganalisis dan menyimpulakan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan penilaian tersebut. Statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu statistik  deskriptif dan inferensial. Berdasarkan penggolongan statistik tersebut, maka fungsi statistik adalah :
1)      Fungsi statistik deskriptif adalah untuk dapat memahami, medeskripsikan, menerangkan data atau peristiwa yang dikumpulkan dalam suatu penelitian dan tidak sampai pada generalisasi atau pengambilan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi yang diselidiki.
2)      Fungsi statistik inferensial adalah untuk meramalkan dan mengontrol. Statistik inferensial ini mempelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan atau populasi berdasarkan data atau gejala dan peristiwa yang ada dalam suatu penelitian.

b.      Kegunaan Statistik
1)      memperoleh gambaran baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
2)      Mengikuti perkembangan atau pasang surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut dari waktu ke waktu.
3)      Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lain ataukah tidak, jika terdapat perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti atau perbedaan itu terjadi hanya secara kebetulan saja.
4)      Mengetahui apakah yang satu ada hubungannya dengan gejala lain.
5)      Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.
6)      Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap.

5.      Data Statistik
a.      Pengertian Data Statistik
Data statistik adalah data yang berwujud angka atau bilangan tapi tidak semua angka data statistik  karena untuk dapat disebut data-data statistik angka itu harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu bahwa angka tadi haruslah menunjukkan suatu ciri dari suatu penelitian yang bersifat agregatif serta mencerminkan suatu kegiatan dalam bilangan atau lapangan tertentu.

b.      Penggolongan Data Statistik
1)      Penggolongan data statistic berdasarkan sifatnya.
Ditijuan dari segi sifat angkanya, data statistic dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu data kontiniyu yaitu data statistic yang angka-angkanya merupakan deretan angka yang sambung menyambung dan data diskrit yaitu statistic yang tidak mungkin berbentuk pecahan.

2)      Penggolongan data statistic berdasarkan cara menyusun angkanya
a.       Data nominal adalah data statistic yang menyusun angkanya didasarkan atas penggolongan atau klasifikasi tertentu. Data nominal juga sering disebut data hitungan, dikatakan demikian karena data itu diperoleh dengan cara menghitung.
b.      Data ordinal juga sering disebut data urutan yaitu data statistic yang cara menyusun angkanya didasarkan atas urutan kedudukan atau ranking.
c.       Data interval adalah data statistic dimana terdapat jarak yang sama diantara hal-hal yang sedang diselediki atau dipersoalkan.

3)      Penggolongan data statistic berdasarkan bentuk angkanya
a.       Data tunggal adalah data statistic yang masing-masing angkanya merupakan satu unit (satu kesatuan) dengan kata lain data tunggal ialah data statistic yang angka-angkanya tidak dikelompok-kelokpokkan.
b.      Data kelompok adalah data statistic yang tiap-tiap unitnya terdiri dari sekelompok angka.

4)      Penggolongan data statistic berdasarkan sumbernya
a.       Data primer adalah data statistic yang diperoleh atau bersumber dari tangan pertama.
b.      Data skunder adalah data statistic yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua.

5)      Penggolongan berdasarkan waktu pengumpulannya.
a.       Data seketika adalah data statistic yang mencerminkan keadaan pada satu waktu saja.
b.      Data urutan waktu adalah data statistic yang mencerminkan keadaan atau perkembangan mengenai sesuatu hal dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan. Data ini juga dikenal dengan istilah historical data.

c.       Sifat Data Statistik
1)      Data statistic memiliki nilai relatif atau nilai semu. Nilai relatif dari suatu angka atau bilangan adalah nilai yang ditunjukkan oleh angka atau bilangan itu sendiri.
2)      Data statistic memiliki nilai nyata dari suatu angka atau nilai sebenarnya. Nilai nyata dari suatu angka adalah daerah tertentu dalam suatu deretan angka yang diwakili oleh nilai relatif.
3)      Data statistik memiliki batas bawah relatif, batas atas relatif, batas bawah nyata dan batas atas nyata.
4)      Data statistic yang berbentuk data kelompok memiliki nilai tengah. Yang dimaksud dengan nilai tengah adalah bilangan yang terletak di tengah-tengah deretan bilangan tersebut.
5)      Data statistic sebagai data angka dalam proses penghitungannya tidak menggunakan sistem pecahan melainkan menggunakan sistem desimal.
6)       Data statistik sebagai data angka. Dalam proses penghitunganya tidak menggunakan sistem pembulatan angka tertentu. Dalam hubungan ini perlu dikemukakan bahwa walaupun dalam pembulatan angka yang terletak dibelakang tanda decimal tidak selalu sama, namun pada dasarnya pembulatan tersebut dilakukan sampai dengan tiga buah angka dibelakang angka decimal dengan catatan :
a.       Jika setelah tiga angka di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya 50 atau kurang dari 50 maka dianggap 0.
b.      Jika setelah angka di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya 51 atau lebih, maka bilangan 51 atau bilangannya lebih besar dari 51 itu dianggap sama dengan satu dan bilangan 1 ditambahkan pada bilangan nomor 3 yang terletak di belakang tanda desimal.


Read more: KONSEP DASAR STATISTIK | Catatan Si Virgo Girl http://recha-seprina.blogspot.com/2011/08/konsep-dasar-statistik.html#ixzz2vlb62F55
reference = http://recha-seprina.blogspot.com 
Continue Reading

SISTEM BILANGAN

2014-03-10 | 0 komentar

Apa itu sistem bilangan?????Sistem bilangan adalah cara untuk menuliskan (mengkodekan ,coding ) suatu bilangan. Macam-macam sistem bilangan yang umum dipakai adalah :
1. Sistem bilangan Desimal
2. Sistem bilangan Biner
3. Sistem bilangan oktal
4. Sistem bilangan heksadesimal

1. Sistem bilangan Desimal
Sistem bilanan yang banyak dipergunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Sistem ini menggunakan 10 macam symbol yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9. system ini menggunakan basis 10.
contoh bilangan desimal adalah : 1,2,11,23,24 dst.
Penulisan bilangan desimal adalah 12,12D,12(10)

2. Sistem bilangan Biner
Sistem bilangan biner menggunakan 2 macam symbol bilangan berbasis 2digit angka, yaitu 0 dan 1. Contoh bilangan 1010.
Penulisan bilangan biner : 1010(2)

3. Sistem bilangan Oktal
Sistem bilangan Oktal menggunakan 8 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7.
contoh bilangan oktal : 12(8)
Penulisan bilangan oktal : 12(8).

4. Sistem bilangan Hexadesimal(hexa, hex)
Sistem bilangan Oktal menggunakan 16 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,Edan F
Dimana A = 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14 dan F = 15.
Penulisan bilangan hexadesimal: 1F(16), 1FH, 0x1F
Hexadesimal banyak digunakan untuk menuliskan data dalam sistem komputer. Sistem bilangan yang digunakan tetap biner, hanya sering dituliskan sebagai hexadesimal untuk memudahkan user.

Bilangan desimal disebut radix 10 karena jumlah bilangannya adalah 10.
Bilangan biner disebut radix 2 karena jumlah bilangannya adalah 2.
Digit adalah jumlah deretan angka dalam sistem bilangan.

Istilah dalam sistem bilangan biner :
1. Bit –> binary digit
Jumlah digit dalam bilangan biner

2. Niblle —> 4 bit (4 digit bilangan biner )
Mengapa ada 4 bit ? karena untuk mewakili nilai desimal yang cukup diwakili hanya 4 bit pada saat perkembangan kalkulator (sebelum komputer) dulu.

3. Byte —> 8 digit bilangan biner
Mengapa ada 8 bit –> karena awal mula mikroprosesor dulu    adalah disebutkan dalam 8 bit lebar data, dan perkembangan mikroprosesor itu adalah berlipat dua dari 8 menjadi 16, 32 dst.
Continue Reading

MENGENAL KONSEP DASAR STATISTIK

2014-03-08 | 0 komentar

KONSEP DASAR STATISTIK

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Statistik memegang peranan yang penting dalam penelitian, baik dalam penyusunan model, perumusan hipotesa, dalam pengembangan alat dan instrumen pengumpulan data, dalam penyusunan desain penelitian, dalam penentuan sampel dan dalam analisa data. Dalam banyak hal, pengolahan dan analisa data tidak luput dari penerapan teknik dan metode statistik tertentu, yang mana kehadirannya dapat memberikan dasar bertolak dalam menjelaskan hubungan-hubungan yang terjadi. Statistik dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah hubungan kausalitas antara dua atau lebih variabel benar-benar terkait secara benar dalam suatu kausalitas empiris ataukah hubungan tersebut hanya bersifat random atau kebetulan saja.
Statistik telah memberikan teknik-teknik sederhana dalam mengklasifikasikan data serta dalam menyajikan data secara lebih mudah, sehingga data tersebut dapat dimengerti secara lebih mudah. Statistik telah dapat menyajikan suatu ukuran yang dapat mensifatkan populasi ataupun menyatakan variasinya, dan memberikan gambaran yang lebih baik tentang kecenderungan tengah-tengah dari variabel.
Statistik dapat menolong peneliti untuk menyimpulkan apakah suatu perbedaan yang diperoleh benar-benarberbeda secara signifikan. Apakah kesimpulan yang diambil cukup refresentatif untuk memberikan infrensi terhadap populasi tertentu.
Teknik-teknik statistik juga dapat digunakan dalam pengujian hipotesa, mengingat tujuan penelitian pada umumnya adalah untuk menguji hipotesa-hipotesa yang telah dirumuskan, maka statistik telah banyak sekali menolong peneliti dalam mengambil keputusan untuk menerima atau menolak suatu hipotesa. Statistik juga dapat meningkatkan kecermatan peneliti dalam rangka mengambil keputusan terhadap kesimpulan-kesimpulan yang ingin ditarik.
Penarikan kesimpulan secara statistik memungkinkan peneliti melakukan kegiatan ilmiah secara lebih ekonomis dalam pembuktian induktif. Tetapi harus disadari bahwa statistik hanya merupakan alat dan bukan tujuan dari analisa. Karena itu, janganlah dijadikan statistik sebagai tujuan yang menentukan komponen-komponen peneliti yang lain.

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimanakah konsep dasar statistik?
1.3 Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui konsep dasar statistik yang meliputi:
a. Pengertian Statistik dan Statistika (Terminologi, Definisi, Karakteristik)
b. Fungsi dan Peranan Statistika
c. Klasifikasi Statistika ditinjau dari:
- Isi yang dipelajari (Statistik Teoritis, Statistik Terapan)
- Aktivitas yang dilakukannya (Statistik Deskriptif, Statistik Inferensial)
d. Istilah-Istilah Umum Statistika
e. Data Statistik (Jenis Data Statistik, dan Skala Pengukuran)

II. KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Statistik dan Statistika
Istilah statistik berasal dari bahasa latin “status” yang artinya suatu negara. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan kenegaraan, misalnya data mengenai penduduk, data mengenai penghasilan dan sebagainya, yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi.
Secara kebahasaan, statistik berarti catatan angka-angka (bilangan); perangkaan; data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan, ditabulasi, dikelompokkan, sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah, gejala atau peristiwa (depdikbud, 1994).
Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angka-angka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.
Statistika beda halnya dengan statistik, statistika yang dalam bahasa Inggris “statistics” (ilmu statistik), ilmu tentang cara-cara mengumpulkan, mentabulasi dan menggolongkan, menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka.
Statistika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa bilangan-bilangan atau angka, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan atau keputusan tertentu.
Selain itu, Statistika juga merupakan cabang ilmu matematika terapan yang terdiri dari teori dan metoda mengenai bagaimana cara mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasi, menghitung, menjelaskan, mensintesis, menganalisis, dan menafsirkan data yang diperoleh secara sistematis.

Dengan demikian, didalamnya terdiri dari sekumpulan prosedur  mengenai bagaimana cara:

· Mengumpulkan data

· Meringkas data

· Mengolah data

· Menyajikan data

· Menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan kumpulan data dan hasil analisisnya

Sedangkan dalam dunia pendidikan, statistika membahas tentang prinsip-prinsip, metode, dan prosedur yang digunakan sebagai cara pengumpulan, menganalisa serta menginterpretasikan sekumpulan data yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Lebih jauh, statistika dalam Pendidikan Luar Biasa dapat diartikan sebagai penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip, dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa problema-problema PLB.
Juga dari sisi lain, Statistika dalam psikologi dimaknai sebagai penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip, dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa problema-problema bidang psikologi.

2.2 Fungsi dan Peranan Statistika
Statistika digunakan untuk menunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-cara pengumpulan data, analisis dan penafsiran data.
Fungsi statistika diantaranya yakni:
· Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu
· Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti
· Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan
· Statistik dapat memperluas pengalaman individu
· Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala
· Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat
Sedangkan kegunaan statistika yakni untuk:
· Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti
· Membantu penelitian untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat
· Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya atas obyek yang diteliti
· Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya
· Membantu peneliti dalam menentukan prediksi untuk waktu yang akan datang
· Membantu peneliti dalam melakukan interpretasi atas data yang terkumpul (M.Subana dkk, 2000;14)
· Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan merencanakan masa mendatang
· Pimpinan menggunakannya untuk pengangkatan pegawai baru, pembelian peralatan baru, peningkatan kemampuan karyawan, perubahan sistem kepegawaian, dsb.
· Para pendidik sering menggunakannya untuk melihat kedudukan siswa, prestasi belajar, efektivitas metoda pembelajaran, atau media pembelajaran.
· Para psikolog banyak menggunakan statistika untuk membaca hasil pengamatan baik melalui tes maupun obserbasi lapangan.
Di dalam penelitian, statistika berperan untuk:
· Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu populasi tertentu, baik diskrit maupun kontinyu. Pengetahuan ini berguna dalam menghayati perilaku populasi yang sedang diamati

· Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey pengumpulan data melalui metode pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini berguna untuk mendapatkan hasil pengukuran yang terpercaya

· Menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu populasi melalui pendekatan karakteristik sampel, baik melalui metode penaksiran, metode pengujian hipotesis, metode analisis varians. Pengetahuan ini berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran serta perbedaan dan kesamaan populasi.

· Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu di masa mendatang berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. Melalui metode regresi dan metode deret waktu. Pengetahuan ini berguna memperkecil resiko akibat ketidakpastian yang dihadapi di masa mendatang.

· Menyediakan prosedur praktis untuk melakukan pengujian terhadap data yang bersifat kualitatif melalui statistik non parametrik.

Sementara menurut Sugiyono (2003:12), statistika berperan untuk:
· Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi, sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan
· Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum instrumen tersebut digunakan dalam penelitian
· Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif, misalnya melalui tabel, grafik, atau diagram
· Alat untuk menganalisis data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.

2.3 Klasifikasi Statistika

Statistika dapat diklasifikasikan dari beberapa klasifikasi, diantaranya:

1) Berdasarkan Isi yang dipelajari
Dilihat dari isi yang dipelajari terbagi manjadi dua, yakni statistika teoritis dan statistika terapan.

a. Statistika teoritis membahas secara mendalam dan teoretis, maka yang dipelajari adalah statistika teoretis atau matematis. Disini diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam. Materi yang dibahas antara lain; perumusan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus dan menciptakan model-model serta segi-segi lainnya yang teoretis dan matematis.
b. Statistika terapan yang dikenal dengan metode statistika. Aturan-aturan, rumus-rumus, dan sifat-sifat yang telah diciptakan oleh statistika teoretis, diambil dan digunakan mana yang diperlukan dalam bidang pengetahuan yang sedang diminati. Jadi disini tidak dipersoalkan bagaimana didapatnya rumusrumus, aturan-aturan ataupun sifat-sifat tersebut. Yang terpenting dalam statistika ini bagaimana cara-cara atau metode statistika digunakan.

2) Berdasarkan Aktivitas yang dilakukannya
Dilihat dari aktivitas yang dilakukannya, terbagi menjadi dua pula yakni statistika deskriptif dan statistika inferensial.
b. Statistika deskriptif adalah teknik statistik yang memberikan informasi hanya mengenai data yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis dan kemudian menarik inferensi yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar atau populasi. Statistik deskriptif “hanya” dipergunakan untuk menyajikan dan menganalisis data agar lebih bermakna dan komunikatif dan disertai perhitungan-perhitungan “sederhana” yang bersifat lebih memperjelas keadaan dan atau karakteristik data yang bersangkutan (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;8).
Statistik deskriptif adalah statistik yang menggambarkan kegiatan berupa pengumpulan data, penyusunan data, pengolahan data, dan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, ataupun diagram, agar memberikan gambaran yang teratur ringkas, dan jelas mengenai suatu keadaan atau peristiwa. (M.Subana dkk, 2000;12).
Statistika deskriptif bermaksud menyajikan, mengolah dan menganalisa data dari kelompok tertentu sebagaimana adanya dan tidak bermaksud menarik kesimpulan-kesimpulan yang berlaku bagi kelompok-kelompok yang lebih besar. Artinya kesimpulan yang ditarik melalui deskriptif hanya berlaku bagai kelompok sampel yang bersangkutan tanpa dimaksudkan menarik kesimpulan yang berlaku bagi populasi.
Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik sampel ialah: ukuran kecenderungan sentral; Ukuran variasi ; Ukuran letak; koefisien korelasi. Sekalipun statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel, namun statistika deskriptif merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi karakteristik populasi.

c. Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh subyek tempat data diambil (populasi) (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;12). Statistika inferensial adalah statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari data yang telah disusun dan diolah (M.Subana dkk, 2000;12) Statistika inferensial atau statistika induktif bermaksud menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang lebih besar (populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel).
Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap penelitian kesimpulan inilah yang diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika deskriptif, sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan maksimal dari statistika ini.
Yang masih tercakup dalam statistika inferensial adalah statistik parametrik dan non-parametrik. Statistik parametrik merupakan statistika inferensial yang mempertimbangkan nilai dari satu parameter populasi atau lebih dan umumnya membutuhkan data yang skala pengukuran minimalnya adalah interval dan rasio.
Statistika parametrik adalah suatu ukuran tentang parameter, artinya ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari apa yang terdapat di dalam sampel (karakteristik populasi). Satu syarat umum yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akan menggunakan statistika parametrik, yaitu normalitas distribusi. Asumsi ini harus terpenuhi, karena: 1) secara teoretik karakteristik populasi mengikuti model distribusi normal; 2) nilai-nilai baku statistik yang digunakan untuk uji hipotesis didasarkan kepada model distribusi normal. Asumsi-asmsi lain seperti homogenitas, linieritas harus dipenuhi sesuai dengan hipotesis yang akan diuji.
Statistika non parametrik yaitu statistik yang tidak memperhatikan nilai dari satu parameter populasi atau lebih. Statistik non parametrik digunakan karena analisis parametrik tidak konsisten lagi sehingga tidak terikat atau terbebas dari model distribusi dan sampelnya relatif kecil. Pada umumnya validitas pada statistika non parametrik tidak bergantung pada model peluang yang spesifik dari populasi. Data yang dibutuhkan lebih banyak berskala ukuran nominal atau ordinal.
3) Berdasarkan jumlah variabel:

a. Statistika Univariat: teknik analisis statistik yang hanya melibatkan satu variabel dependent

b. Statistika Multivariat: teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari satu variabel dependent sekaligus.

2.4 Istilah-Istilah Umum Statistika

Beberapa istilah yang sering digunakan dalam statistika antara lain:
· Frekuensi (f) : Jumlah Individu yang mendapatkan skor/nilai tertentu dalam suatu kelompok data
· Jumlah Frekuensi (n) : Jumlah individu dari suatu perangkat data
· Frekuensi Kumulatif (fcum) : Banyaknya data yang berada di bawah atau di atas skor / nilai tertentu
· Frekuensi Relatif (frel) atau f(%) : Persentase dari fcum
· Kelas Interval (ci) : Sekelompok skor pada tiap-tiap kelas
· Banyak kelas interval : jumlah kelas interval yang diperlukan untuk mengelompokkan suatu perangkat data, 1 + 3,3 log.n
· Rentang/Range ( R ) : Selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah dari suatu perangkat data.
· Panjang Kelas Interval (p) : Jarak/banyaknya skor atau nilai yang tercakup dalam tiap-tiap kelas interval.
· Ujung Kelas Bawah (Bb) (lower limit) : Skor/nilai terendah pada kelas ybs
· Ujung Kelas Atas (Ba) (upper limit) : Skor/nilai tertinggi pada kelas ybs
· Batas Kelas/Batas nyata /real limit Bawah : Batas bawah kelas ybs dikurangi setengah dari satuan terkecil data yang dicatat (0,5; 0,05)
· Batas Kelas/Batas nyata /real limit Atas : Batas Atas kelas ybs ditambah setengah dari satuan terkecil data yang dicatat (0,5; 0,05)
· Tanda Kelas/Midpoint/Titik tengah (xi) : Nilai yang membagi kelas ybs menjadi dua bagian yang sama besar, X ½ (Bb+Ba)

2.5 Jenis Data Statistik dan Skala Pengukuran

2.5.1 Jenis Data
Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a. Data kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non – numerik) biasa disebut dengan istilah atribut.
b. Data kuantitatif: data yang berupa angka (numerik). Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu data diskrit dan kontinyu.
Selain pembagian tersebut, ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, misal melalui wawancara, penyebaran kuesioner, pengukurn langsung, dan lain lain. Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil/ disadur dari pihak lain, misal diambil dari koran, jurnal, penelitian/ publikasi pihak lain, dan lain-lain.

2.5.2 Skala Pengukuran
Skala pengukuran : cara mengukur suatu varibel. Terdapat 4 jenis skala pengukuran, yakni :
a. Skala Nominal : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran hanya memiliki arti sebagai label saja (asal bisa dibedakan). Tidak memiliki tingkatan.
Contoh skala nominal :
No.
Jenis Kendaraan
Jumlah (Unit)
1.
Peugeuot
1,367
2.
Toyota
68,638
3.
Isuzu
20,521
4.
Daihatsu
15,721
5.
BMW
1,515
b. Skala Ordinal : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung pengertian tingkatan.
Contoh skala ordinal:
No.
Jenis Kendaraan
Jumlah (Unit)
1.
Toyota
68,638
2.
Isuzu
20,521
3.
Daihatsu
15,721
4.
BMW
1,515
5.
Peugeuot
1,367
c. Skala Interval : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung sifat ordinal ditambah sifat jarak/ interval.
Contoh skala interval :
Suhu udara dapat berkisar antara -4° hingga 40° C. Jika termometer menunjukkan 0° C, bukan berarti tidak ada suhu, tetapi hanya sebagai penunjuk bahwa suhu saat itu tergolong rendah.
d. Skala Rasio : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung sifat interval ditambah sifat yang mampu memberikan keterangan tentang nilai absolut variabel yang diukur. Artinya apabila menunjuk angka 0 (nol), maka berarti benar-benar nol, tidak ada, atau kosong.
Contoh skala rasio :
Jumlah komponen mesin yang diproduksi per batch adalah 1.000.000 komponen. Bila dalam suatu batch menunjukkan angka produksi 0, maka artinya adalah pada saat itu tidak dilakukan proses produksi sehingga tidak ada output produksi.

III. KESIMPULAN
Dari penjabaran pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa:
1) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angka-angka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.
2) Statistik berbeda dengan statistika, perbedaannya yakni statistik menunjukkan pencatatan angka-angka suatu kejadian, sedangkan statistika adalah ilmu tentang cara-cara mengumpulkan, mentabulasi dan menggolongkan, menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka.
3) Secara menyeluruh, peran dan fungsi statistika digunakan untuk menunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-cara pengumpulan data, analisis dan penafsiran data.
4) Pengklasifikasian statistika dilihat dari isi yang dipelajari yang terbagi menjadi statistika teoritis dan terapan, sedangkan dari aktifitas yang dilakukan yakni statistika deskriptif dan statistika inferensial. Dalam penerapannya, statistika menggunakan istilah-istilah umum yang sering digunakan dalam rumus statistik.
5) Jenis data statistik terbagi dua yakni data kualitatif dan kuantitatif. Jenis data tersebut dianalisis dengan menggunakan skala pengukuran, yakni skala nominal, ordinal, interval, dan rasio. Dengan menggunakan skala tersebut, maka data statistik dapat dilihat ukuran hasilnya.

DAFTAR PUSTAKA
Bungin, Burhan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. Jakarta. Prenada Media Group.
Hadi, S. 1995. Statistik 1, 2, 3, Yogyakarta. Andi Offset
Nazir, Mohamad. 1983. Metode Penelitian. Jakarta. Ghalia Indonesia.
Sudjana. 1992. Metoda Statistika (Edisi ke 5). Bandung: Tarsito
Sugiyono. 2003. Statistika untuk Penelitian, Bandung. Alfabeta
Susetyo, Budi. 2010. Statistika Untuk Analisis Data Penelitian. Bandung. PT. Refika Aditama.
Walpole, R.E. 1992. Pengantar Statistika. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.
Continue Reading

Membuat Program gaji Pegawai Pada Vb.Net

2013-12-08 | 0 komentar

yuhu.....yuk belajar membuat program  gaji karyawan  PT.TELKOM pada Vb.Net, kalian pasti bingungkan bagaimana membuatnya yach...daripada pusing - pusnig ini deh aku kasih bahannya, postingan ini saya buat ketika saya sedang melaksanakan ujian Quis OL tepatnya ketika saya semester 3 mata kuliah Pemograman Visual Basic sehingga kami harus menyelesaikanya dan membagikannya kepada yang membutuhkanya, semoga bermanfaat yach...

membuat program Gaji Karyawan PT.TELKOM

Public Class Form1

    Sub addgolongan()

        namapegawai.Items.Add("Sri Ayuni")
        namapegawai.Items.Add("Riki Sudirman")
        namapegawai.Items.Add("Muhamad sodiq")

    End Sub

    Sub bersih()
        golongan.Text = ""
        namapegawai.Text = ""
        pajak.Text = ""
        gajibersih.Text = ""
        pinjaman.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        addgolongan()

    End Sub

    Private Sub btn_proses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btn_proses.Click
        gajibersih.Text = gaji.Text - pajak.Text - pinjaman.Text
    End Sub

    Private Sub hapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles hapus.Click
        golongan.Text = ""
        namapegawai.Text = ""
        gaji.Text = ""
        pajak.Text = ""
        pinjaman.Text = ""
        gajibersih.Text = ""
    End Sub

    Private Sub keluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles keluar.Click
        End
    End Sub

    Private Sub namapegawai_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles namapegawai.SelectedIndexChanged

        If namapegawai.Text = "Sri Ayuni" Then
            golongan.Text = "111 A"
            gaji.Text = "1500000"
        ElseIf namapegawai.Text = "Riki Sudirman" Then
            golongan.Text = "111 B"
            gaji.Text = "2500000"
        Else
            golongan.Text = "111 C"
            gaji.Text = "3500000"

        End If
        pajak.Text = 0.15 * gaji.Text
        pinjaman.Text = ""
        gajibersih.Text = ""

    End Sub
End Class

Liat hasil akhrinya..

salam hangatku

Ayu
Continue Reading

Membuat Program Biaya Tagihan Listrik Pada Vb.Net

| 0 komentar

halooo..sahabat blogger,,,
kali ini saya di beri tugas dalam bnetuk Quis OL oleh dosen saya bernama Bapak Mesran yaitu tentang program Vb.Net.. dalam kasus ini diharapkan kami bisa menyelesaikan permsalahan yaitu tentang bagaimana membuat program biaya tagihan listrik kepada pelanggan, terimakasih untuk waktu yang di berikann dan saya juga mohon maaf karena postingan yang saya buat yang pertama terhapus dan ini saya postingkan kembali, semoga dapat bermanfaat..

Membuat Program Biaya Tagihan Listrik


Public Class Form1

    Sub isitabel()
        Dim x As New ListViewItem
        x.Text = kodepelanggan.Text
        x.SubItems.Add(nama.Text)
        x.SubItems.Add(tife.Text)
        x.SubItems.Add(harga_kwh.Text)
        x.SubItems.Add(daerah.Text)
        x.SubItems.Add(biayabeban.Text)
        x.SubItems.Add(besarpemakaian.Text)
        x.SubItems.Add(totaltagihan.Text)
        x.SubItems.Add(pembayaran.Text)
        Lv.Items.Add(x)

    End Sub

    Sub rancang()
        Lv.View = View.Details
        Lv.FullRowSelect = True
        Lv.GridLines = True
        Lv.Columns.Add("Kode pelanggan", 100)
        Lv.Columns.Add("Nama", 140)
        Lv.Columns.Add("HargaKwh", 110)
        Lv.Columns.Add("Daerah", 100)
        Lv.Columns.Add("Biaya Beban", 100)
        Lv.Columns.Add("Besar pemakaian", 100)
        Lv.Columns.Add("Total Tagihan", 100)
        Lv.Columns.Add("Pajak", 100)
        Lv.Columns.Add("Pembayaran", 100)

    End Sub

    Sub bersih()
        kodepelanggan.Text = ""
        nama.Text = ""
        tife.Text = ""
        biayabeban.Text = ""
        daerah.Text = ""
        harga_kwh.Text = ""
        besarpemakaian.Text = ""
        totaltagihan.Text = ""
        pembayaran.Text = ""
        pajak.Text = ""

    End Sub

    Sub kdpelanggan()
        kodepelanggan.Items.Add("PAB - MED - 100")
        kodepelanggan.Items.Add("TOK - BEL - 101")
        kodepelanggan.Items.Add("SWA - MAR - 102")
        kodepelanggan.Items.Add("RUM - BIN - 103")
        kodepelanggan.Items.Add("PAB - PAK - 104")
        kodepelanggan.Items.Add("SWA - TEM - 105")

    End Sub

    Sub kodekonsumen()
        kodepelanggan.Items.Add("MT - MJ - 010")
        kodepelanggan.Items.Add("MK - MB - 011")
        kodepelanggan.Items.Add("JK - MJ - 102")
    End Sub

    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        rancang()
        kdpelanggan()

    End Sub

    Private Sub besarpemakaian_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles besarpemakaian.KeyPress

        If Asc(e.KeyChar) = 13 Then
            totaltagihan.Text = Val(biayabeban.Text) + (harga_kwh.Text * besarpemakaian.Text)
            pajak.Text = 0.15 * totaltagihan.Text
            pembayaran.Text = Val(totaltagihan.Text) + Val(pajak.Text)
        End If

    End Sub

 
    Private Sub kodepelanggan_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles kodepelanggan.SelectedIndexChanged
        Dim x, y, z As String
        x = Strings.Right(kodepelanggan.Text, 3)
        Select Case x
            Case "100" : nama.Text = "Sri Ayuni"
            Case "101" : nama.Text = "Riki Sudirman"
            Case "103" : nama.Text = "Muhamad Sodiq"
            Case "104" : nama.Text = "Muhamad Rafly"
            Case "105" : nama.Text = "Rini Astuti"
        End Select
        y = Strings.Left(kodepelanggan.Text, 3)
        Select Case y
            Case "TOK"
                harga_kwh.Text = 500
                biayabeban.Text = 150000
                tife.Text = "Toko"
            Case "RUM"
                harga_kwh.Text = 200
                biayabeban.Text = 50000
                tife.Text = "Rumah"
            Case "PAB"
                harga_kwh.Text = 10000
                biayabeban.Text = 1000000
                tife.Text = "Pabrik"
            Case "SWA"
                harga_kwh.Text = 1500
                biayabeban.Text = 400000
                tife.Text = "Swalayan"

        End Select
        z = Strings.Mid(kodepelanggan.Text, 7, 3)
        Select Case z
            Case "MED"
                daerah.Text = "Medan"
            Case "BEL"
                daerah.Text = "Belawan"
            Case "MAR"
                daerah.Text = "Marendal"
            Case "BIN"
                daerah.Text = "Binjai"
            Case "PAK"
                daerah.Text = "Pakam"
            Case "TEM"
                daerah.Text = "Aksara"
            Case Else
                daerah.Text = ""
        End Select
    End Sub

    Private Sub simpan_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles simpan.Click
        isitabel()
        bersih()

    End Sub

    Private Sub hapussemuadata_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles hapussemuadata.Click
        Lv.Items.Clear()
        bersih()
    End Sub

    Private Sub hapusdatadipilih_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles hapusdatadipilih.Click
        Lv.Items.Remove(Lv.SelectedItems(0))
    End Sub

    Private Sub keluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles keluar.Click
        End
    End Sub

    Private Sub batal_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles batal.Click
        kodepelanggan.Text = ""
        nama.Text = ""
        tife.Text = ""
        harga_kwh.Text = ""
        besarpemakaian.Text = ""
        totaltagihan.Text = ""
        pajak.Text = ""
        pembayaran.Text = ""
        daerah.Text = ""
        biayabeban.Text = ""
    End Sub
End Class


Ini hasil akhirnya...



itulah hasil program yang saya buat semoga hasilnya dapat memuaskan, dan saya ucapkan terimakasih....good luck untuk yang lainnya...

trims 

ayu

Continue Reading
 
Copyright © 2011. Satu Cerita Untuk Semua™ - All Rights Reserved